SELAMAT DATANG DI BLOG

SELAMAT DATANG DI BLOG
"DESY KUMALA SARI"

MATERI IPS KELAS 3-6 SD

Sabtu, 10 Desember 2011

PERISTIWA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA TETANGGA


materi ips kelas 6 SD

A. Peristiwa Alam di Indonesia
Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki sumber daya alam yang
melimpah. Penduduk Indonesia pun hidup nyaman selama bertahun-tahun. Hal
ini disebabkan iklim di Indonesia sangat bersahabat. Hampir tidak ada tanah di
Indonesia yang tanpa ditumbuhi pepohonan. Indonesia beriklim tropis dengan
curah hujan yang tinggi. Sinar matahari pun sampai ke wilayah Indonesia sepanjang
tahun. Di Indonesia terjadi berbagai peristiwa alam. Peristiwa-peristiwa alam
terjadi akibat pengaruh alam. Untuk mengetahui peristiwa alam di Indonesia,
simak pembahasan berikut ini.
1. Pengertian Peristiwa Alam
Sebenarnya apakah yang dimaksud peristiwa alam itu? Peristiwa alam
adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam
itu sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan.
Akan tetapi, dapat pula tidak membahayakan. Contoh peristiwa alam yang
membahayakan adalah banjir, gunung meletus, gempa bumi, angin topan,
dan tanah longsor. Peristiwa alam yang tidak membahayakan misalnya
pergantian musim, terbentuknya embun, dan pelangi.
2. Peristiwa Alam yang Tidak Merugikan Manusia
Di wilayah Indonesia terjadi berbagai peristiwa alam. Peristiwa alam itu
terjadi di lingkungan sekitar kita. Berikut ini beberapa peristiwa alam yang
sifatnya tidak membahayakan atau merugikan manusia.
a. Pergantian Musim
Indonesia mengalami dua kali pergantian musim, yaitu musim kemarau
dan hujan. Musim kemarau di Indonesia terjadi akibat bertiupnya angin
musim tenggara. Angin ini berasal dari Benua Australia yang kering.
Angin yang bertiup dari Benua Australia tidak banyak membawa uap air
dari laut yang dilaluinya. Musim kemarau di Indonesia berlangsung pada
bulan April–Oktober.
Musim hujan di Indonesia
terjadi ketika bertiup angin musim
barat laut. Angin ini banyak membawa
uap air dari Samudra Hindia.
Musim hujan di Indonesia pada
umumnya terjadi pada bulan
Oktober–April. Meskipun demikian,
bulan-bulan musim hujan maupun
kemarau sering bergeser. Adakalanya
musim kemarau lebih panjang
dan pada tahun berikutnya musim
hujan yang lebih panjang. Hal ini
disebabkan perubahan suhu permukaan
di lautan Pasifik.
Antara musim hujan dan kemarau, biasanya kondisi atmosfer tidak
menentu. Kondisi ini disebut musim pancaroba. Pergantian musim terjadi
sekitar bulan Oktober dan April. Musim pancaroba pada umumnya
berlangsung satu hingga dua bulan.
Dengan dua musim yang dimiliki Indonesia, kita pantas bersyukur.
Tantangan hidup yang kita hadapi jauh lebih ringan dibandingkan negaranegara
yang mengalami empat musim. Kita tidak perlu menyiapkan pakaian
tebal dan perbekalan untuk menghadapi musim dingin. Kita pun tidak
perlu risau menghadapi musim panas yang menyengat.
b. Terbentuknya Embun
Terbentuknya embun merupakan
bagian dari peristiwa alam.
Embun terbentuk ketika udara yang
berada di dekat permukaan tanah
menjadi dingin. Kelebihan uap air
berubah menjadi embun di atas
benda-benda di dekat tanah. Embun
terbentuk dengan baik pada malam
hari yang cerah. Embun juga
terbentuk dengan baik ketika
kelembapan tinggi.
c. Terbentuknya Pelangi
Fenomena alam ini biasanya
muncul setelah terjadi hujan. Bentuk
pelangi sangat indah sehingga
banyak menjadi inspirasi terciptanya
beragam cerita. Apabila dilihat dari
segi ilmu, pembentukan pelangi
sangat sederhana. Pelangi hanya
merupakan pembiasan cahaya.
Ketika dibiaskan cahaya akan berubah
arah. Tetesan air hujan dapat
membiaskan dan menyebarkan
cahaya sehingga terbentuk pelangi.
3. Peristiwa Alam yang Merugikan Manusia
Ada beberapa peristiwa alam yang merugikan manusia. Pada umumnya
peristiwa-peristiwa alam tersebut berupa bencana. Berikut ini beberapa
bencana alam yang terjadi di Indonesia.
a. Banjir dan Kekeringan
Dengan hanya memiliki dua musim, bukan berarti kita terbebas dari
bencana alam. Kecerobohan dalam memanfaatkan alam, dapat mendatangkan
bencana. Bencana yang sering melanda negara kita adalah banjir dan
tanah longsor pada musim hujan serta kekeringan pada musim kemarau.
Banjir merupakan bencana yang sudah menjadi ”langganan” bagi
beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, di ibu kota Jakarta setiap tahun
terjadi bencana ini. Selain disebabkan oleh faktor alam, banjir juga
disebabkan ulah manusia. Pembangunan gedung, penebangan pohon,
dan penyempitan sungai merupakan contoh ulah manusia yang menjadi
penyebab banjir.
b. Letusan Gunung Berapi
Jumlah gunung berapi di Indonesia sangat banyak. Diperkirakan
mencapai 130 buah. Mengapa Indonesia memiliki begitu banyak gunung
berapi? Hal ini disebabkan wilayah Indonesia terdapat pertemuan berbagai
lempeng bumi. Pada pertemuan lempeng-lempeng itu terjadi lipatan dan
patahan sehingga terbentuk retakan. Pada retakan itu keluarlah magma.
Magma adalah zat liat dan sangat panas yang muncul ke permukaan bumi.
Beberapa gunung berapi masih
aktif karena masih sering meletus.
Letusan gunung berapi menyebabkan
terjadinya banyak kerusakan
lingkungan. Misalnya tumpukan abu
vulkanik dan pasir, awan panas,
serta banjir lahar. Pada saat letusan
hebat, gunung mengeluarkan
magma yang membara sehingga
kebakaran hutan di sekitar gunung
sulit untuk dihindari.
Peristiwa letusan gunung yang
belum lama terjadi misalnya letusan
Gunung Egon. Gunung Egon terletak
di Nusa Tenggara Timur. Pada bulan
April 2008 gunung ini meletus.
Akibatnya, timbul kepulan debu
setinggi 4.000 meter. Semburan
debu yang muncul membuat warga
Sikka di sekitar Gunung Egon panik. Gunung Egon merupakan contoh
gunung yang masih aktif. Dapatkah kamu menyebutkan gunung-gunung
aktif yang berada di Indonesia?
c. Gempa Bumi
Apakah kamu pernah merasakan
gempa bumi? Bagaimana perasaanmu?
Pasti kamu sangat ketakutan,
apalagi jika gempa bumi itu sangat
kuat. Jika terjadi gempa yang kuat,
akan banyak kerusakan yang
terjadi. Kerusakan rumah, tempat
ibadah, jalan, kantor, sekolah, dan
lain-lain akan dialami. Gempa juga
menyebabkan penduduk luka-luka
atau bahkan meninggal dunia.
Kejadian gempa bumi sering dirasakan
penduduk Indonesia.
Gempa bumi merupakan sebuah getaran hebat yang disebabkan oleh
peristiwa-peristiwa alami. Yang dimaksud dengan peristiwa alami misalnya
patahan pada kulit bumi, letusan gunung berapi, dan runtuhan lereng
pegunungan. Pada umumnya daerah-daerah yang menjadi jalur gempa
bumi terdapat di sepanjang pegunungan berapi. Hal ini disebabkan pada
jalur tersebut banyak terjadi patahan, gunung meletus, dan runtuhan.
Sumber: www.klaten.go.id
Berdasarkan catatan dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, ada
beberapa wilayah Indonesia yang rawan gempa. Berikut ini peta daerah
rawan gempa yang ada di Indonesia.
d. Kebakaran Hutan
Fenomena kebakaran hutan
sering terjadi di Indonesia. Kebakaran
hutan dapat terjadi dengan
sendirinya atau karena ulah
manusia. Penyebab alami kebakaran
hutan misalnya akibat gesekan
dahan pohon yang mengering pada
musim kemarau. Akan tetapi,
kebakaran di Indonesia pada umumnya
disebabkan oleh pembakaran
hutan untuk lahan pertanian.
Dengan dalih membuka lahan pertanian, para petani ramai-ramai
membuka hutan. Pepohonan ditebangi dan dibakar untuk mempermudah
pembersihannya. Jika hal ini dilakukan pada musim kemarau, kemungkinan
api akan menjalar. Kebakaran hutan akan semakin sulit diatasi apabila
melanda daerah yang banyak menyimpan sisa kayu di dalam tanah. Api
yang bertahan berminggu-minggu di bawah tanah akan menjadi besar
jika tertiup angin.
Hutan yang terbakar memiliki akibat lebih parah yaitu pencemaran
udara. Asap dari kebakaran hutan akan menyebabkan penduduk di sekitar
hutan mengalami gangguan pernapasan. Akibat asap yang membubung,
jalur penerbangan mengalami gangguan. Pesawat terbang tidak berani
melintas di sekitar lokasi kebakaran hutan karena adanya gangguan asap.
Sumber: Our World a Closer Look
Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami bencana alam. Di antara
bencana-bencana alam itu ada yang memang murni disebabkan oleh alam. Akan tetapi,
ada pula bencana yang terjadi akibat ulah manusia. Bersama dengan empat orang
temanmu, analisislah peranan manusia dalam terjadinya bencana alam di Indonesia.
Bacakan hasilnya di depan kelas. Beri kesempatan kepada kelompok yang lain untuk
menanggapi hasil analisis kelompokmu.
e. Tanah Longsor
Jenis tanah di Indonesia banyak
yang bersumber dari letusan gunung
berapi. Tanah ini memiliki komposisi
sebagian besar lempung dengan
sedikit pasir. Selain itu, tanah
berasal dari gunung berapi adalah
tanah yang subur. Akan tetapi,
tanah jenis ini sangat berpotensi
longsor pada musim hujan. Jika tidak
ada tanaman keras yang berakar
kuat, tanah ini berpotensi mendatangkan
bencana alam. Setidaknya
terdapat 918 lokasi rawan
longsor di Indonesia. Lokasi tersebut
tersebar di Jawa Tengah, Jawa
Barat, Sumatra Barat, Sumatra
Utara, Yogyakarta, dan Kalimantan.
B. Peristiwa Alam di Negara Tetangga
Indonesia dikelilingi oleh beberapa negara. Negara-negara di sekitar Indonesia
ini disebut negara tetangga. Pada umumnya negara tetangga Indonesia memiliki
kondisi alam yang mirip dengan Indonesia. Keadaan fisik negara-negara tetangga
Indonesia pada umumnya bergunung-gunung dengan dataran rendah yang sempit.
Deretan Pegunungan Sirkum Pasifik dan Mediteranian melalui negara-negara
tetangga Indonesia. Berikut ini peristiwa-peristiwa alam yang terjadi di negaranegara
tetangga Indonesia.
1. Topan Nargis di Myanmar
Topan nargis membawa angin kencang dengan kecepatan hingga
190 km/jam. Pada bulan Mei 2008 angin ini telah memorak-porandakan lima
wilayah di Myanmar. Wilayah tersebut adalah Yangon, Irawaddy, Bago, Karen,
dan Mon. Jumlah korban topan nargis diperkirakan mencapai 77.700 orang
dan 42.000 lainnya dinyatakan hilang. Akibat bencana ini rumah penduduk,
pertokoan, dan fasilitas umum rusak parah. Badai ini juga menyebabkan
tanah longsor dan melumpuhkan pusat tenaga listrik. Badai topan nargis ini
merupakan badai topan tropis yang terparah di Asia.
2. Badai di Vietnam
Ratusan orang meninggal di Vietnam
pada tahun 2006 akibat terjadinya badai
tropis. Badai tropis chancu, lekima,
pabuk, dan toraji adalah jenis badai yang
sering melanda daerah utara Vietnam.
Pada bulan Oktober 2007 pemerintah
Vietnam bahkan mengungsikan 500 ribu
warganya dari wilayah pesisir. Hal ini
dilakukan sebagai antisipasi terjadinya
serangan badai lekima. Banjir dan badai
telah meminta korban nyawa sebanyak
86 orang di Vietnam pada tahun 2007. Pada tahun 2006 lebih dari enam
ratus orang meninggal dunia akibat bencana ini.
3. Banjir di Malaysia
Malaysia sering kita sebut sebagai negeri Jiran yang artinya tetangga
dekat. Letak Malaysia memang sangat dekat dengan Indonesia. Malaysia
terdiri atas dua bagian, yaitu Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Malaysia
Barat terletak di Semenanjung Malaka. Malaysia Timur bergabung dengan
Pulau Kalimantan.
Malaysia merupakan salah satu
negara yang sering dilanda banjir.
Daerah-daerah di Malaysia terutama di
wilayah Pahang, Johor, dan Malaka
hampir setiap tahun mengalami bencana
ini. Ketinggian banjir di wilayah Pahang
dan Johor bahkan mencapai atap rumah
penduduk. Hal ini memaksa ribuan
warga mengungsi. Penyebab utama
banjir di Malaysia adalah bertiupnya
angin muson yang terjadi setiap bulan
November hingga Februari. Pada tahun
2006 Malaysia mengalami banjir terhebat
dalam seratus tahun terakhir.
4. Letusan Gunung dan Badai Tropis di Filipina
Filipina merupakan negara kepulauan
dengan dua pulau terbesar, yaitu
Luzon dan Mindanao. Peristiwa alam
paling menonjol yang terjadi di Filipina
adalah peristiwa gunung meletus dan
badai tropis. Gunung yang sering
meletus bernama Gunung Mayon dan
Parker. Kedua gunung tersebut sangat
menakutkan jika meletus. Gunung
Mayon terakhir meletus pada tanggal
17 Juli 2006. Pada tahun 1995 kawah
Gunung Parker pernah berlubang hingga
terjadi banjir lumpur yang membawa
banyak korban jiwa.
Badai tropis di Filipina pada umumnya terjadi pada bulan September
hingga November. Filipina merupakan salah satu daerah yang sering mengalami
badai tropis. Jenis badai terkenal di Filipina adalah badai tropis durian dan
fengshen. Badai tropis durian yang pernah meluluhlantakkan Filipina pada
tahun 2006 mengakibatkan 37 penduduk meninggal dunia. Badai ini juga
membawa dampak iklim di Indonesia. Akibat badai tersebut musim kemarau
Bencana Akibat Pemanasan Global di Asia Tenggara
Tentu kamu pernah mendengar istilah pemanasan global atau global warming.
Ya, dunia saat ini menghadapi permasalahan pemanasan global. Sejak tahun 2006
hingga 2008, wilayah Arktik di Kutub Utara kehilangan lapisan es seluas sepuluh kali
luas Pulau Jawa. Hampir seluruh wilayah Arktik mengalami pengurangan terusmenerus.
Kenaikan suhu atmosfer membuat musim panas lebih menyengat. Inilah
yang menjadi penyebab semakin cepatnya pelelehan lapisan es di Arktik.
Akibat pemanasan global, terjadi perubahan besar di Asia Tenggara. Berikut ini
beberapa peristiwa yang terjadi di Asia Tenggara akibat pemanasan global.
1. Peningkatan Suhu
Diperkirakan sejak tahun 1998 terjadi peningkatan suhu di wilayah Asia
Tenggara. Udara menjadi lebih panas pada siang hari dan lebih hangat pada malam
hari.
2. Hujan dan Banjir
Peningkatan hujan ekstrem menyebabkan terjadinya banjir di beberapa
negara Asia Tenggara. Misalnya banjir di Vietnam, Filipina, Kampuchea, dan
Indonesia.
3. Kemarau Panjang
Kemarau akibat pemanasan global terjadi di Myanmar, Laos, Filipina,
Indonesia, dan Vietnam. Kemarau panjang pada tahun 1997 dan 1998
mengakibatkan gagal panen, kekurangan air, dan kebakaran hutan.
4. Puting Beliung/Topan
Rata-rata puting beliung menerpa kawasan Filipina dua puluh kali per tahun.
Frekuensi meningkat sebanyak 42 kali sepanjang tahun 1990–2003.
Sumber: Diolah dari www.kompas.com dan handy.hogemman.com
di wilayah Indonesia bertambah lama.
Ekor badai durian telah menarik awan
di Sumatra dan Jawa. Akibatnya, awan
yang mestinya menjadi hujan di Sumatra
dan Jawa pun gagal.
Badai fengshen dengan kekuatan
195 km/jam yang terjadi di Manila dan
Provinsi Iloilo pada tanggal 22 Juni 2008
menyebabkan terjadinya banjir setinggi
dua meter di sejumlah tempat. Korban
tewas akibat bencana ini diperkirakan
85 orang. Lebih dari dua puluh ribu warga
Filipina juga mengungsi akibat bencana
ini.
5. Angin Topan di Australia
Wilayah Australia sering dilanda
topan tropis dengan angin yang bertiup
sangat keras. Angin topan tropis dapat
merusakkan bangunan, satwa, dan
mengancam hidup manusia. Pada tahun
1975 angin topan Olivia merusakkan
sebagian besar Kota Darwin dan
menyebabkan 49 orang meninggal serta
16 orang hilang di laut. Angin topan
merupakan masalah sekitar bulan
November sampai Maret. Satelit cuaca
melacak angin topan ini untuk mengetahui
kedatangannya dan memperingatkan
penduduk mengenai hal ini.
Angin topan di Australia digolongkan menurut skala 1–5 sesuai dengan
kecepatan anginnya
6. Gempa Bumi dan Tsunami di Asia Tenggara
Tentu kamu pernah mendengar
berita tentang peristiwa gempa bumi
tanggal 26 Desember 2004 yang disusul
dengan terjadinya tsunami. Gempa yang
melanda beberapa wilayah di Asia,
khususnya Asia Tenggara ini merupakan
gempa terbesar kelima sejak tahun 1900
dan menewaskan lebih dari 220.000
orang. Gelombang tsunami menghantam
negara-negara Asia Tenggara seperti
Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar,
bahkan ke negara Asia dan Afrika
seperti Sri Lanka, India, dan Somalia.
Itulah beberapa peristiwa alam yang terjadi di negara-negara tetangga
Indonesia. Peristiwa alam yang paling menonjol adalah terjadinya bencana alam.
Bencana alam yang terjadi di negara tetangga juga menjadi perhatian bagi kita.
Sebagai tetangga yang baik, Indonesia pun memberi bantuan kepada negara
tetangga yang mengalami bencana alam. Itulah cara hidup berdampingan yang
pantas kita teladani.

1 komentar: